Jelaskandengan singkat, bagaimana menumbuhkan minat berwirausaha! Jawab : Berwirausaha memang jarang menjadi pilihan untuk meningkatkan perekonomian karena dewasa ini masyarakat lebih cenderung menjadi karyawan atau pegawai negeri. DesainProduk : Pengertian, dan Tujuannya Dalam Memulai Wirausaha. Kebanyakan konsumen pada era digital ini, jika tertarik suatu produk tidak langsung membelinya tetapi dia akan membandingkan produk yang satu dengan produk yang lainnya, baik membandingkan secara langsung maupun melalui media. Beberapa hal yang menjadi faktor pembanding salah Meskipunsejarahnya relatif singkat, pendidikan kewirausahaan telah menjadi area pengajaran yang diakui secara luas dan diakui di Universitas dan sekolah bisnis. Namun, pertanyaan tentang keefektifan program pendidikan kewirausahaan dan bagaimana strategi yang dirancang untuk memaksimalkan keefektifannya, tetap tidak terjawab. Vay Tiền Nhanh. MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA Keuntungan dan Kelemahan menjadi Wirausaha Keuntungannya adalah Terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensi seseorang secara penuh. Terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal Terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit. Terbuka kesempatan untuk menjadi bos. Kelemahannya adalah Memperoleh pendapatan yang tidak pasti, dan memikul berbagai resiko, jika resiko ini telah diantisipasi secara baik, maka berarti wirausaha telah mengeser resiko tersebut. Bekerja keras dan waktu/jam kerjanya panjang. Kualitas kehidupannya masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus berhemat. Tanggung jawabnya sangat besar, banyak keputusan yang harus dia buat walaupun dia kurang menguasai permasalahan yang dihadapinya. KEBUTUHAN AKAN WIRAUSAHA Wirausahawan adalah Seorang Inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang2x, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukkan cara berpikir lamban dan malas. Seorang usahawan mempunyai peran Untuk mencari kombinasi2x baru Yaitu Pengenalan barang dan jasa baru. Metode produksi baru. Sumber bahan mentah baru Pasar2x baru dan organisasi industri baru. BISAKAH KEWIRAUSAHAAN DIAJARKAN? Beberapa puluh tahun yang lalu ada pendapat yang menyatakan bahwa kewirausahaan tidak dapat diajarkan. Akan tetapi sekarang ini Entrepreneur ship kewirausahaan merupakan mata pelajaran yang dapat diajarkan disekolah sekolah dan telah tumbuh sangat pesat. Dinegara maju pertumbuhan wirausaha membawa peningkatan ekonomi yang luar biasa. Tranformasi pengetahuan kewirausahaan telah berkembang pada akhir akhir ini. DORONGAN MERINTIS WIRAUSAHA Dinegara lain mungkin motivasi mendirikan bisnis bukan mencari uang yang utama akan tetapi ada motif2x laen dibalik itu. Adapula motivasi menjadi wirausaha didorong oleh lingkungan yang banyak dijumpai berbagai macam perusahaan. Dorongan membentuk wirausaha juga datang dari temen sepergaulan, lingkungan, family dll. Pendidikan formal dan pengalaman bisnis kecil kecilan yang dimiliki oleh seseorang dapat menjadi potensi utama untuk menjadi wirausaha yang berhasil. BEBERAPA FAKTOR KRITIS UNTUK MEMULAI USAHA BARU Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru yaitu Personal, menyangkut aspek2x kepribadian seseorang Sociolagical, menyangkut masalah hubungan dengan family. Environmental, menyangkut hubungan dengan lingkungan. Faktor laen yang berpengaruh dalam membuka bisnis ialah pertimbangan antara pengalaman dengan spirit, energi dan rasa optimis. Biasanya orang2x muda lebih optimis, energik dibandingkan dengan orang orang yang sudah beumur. MODEL PROSES KEWIRAUSAHAAN Proses Inovasi Beberapa faktor personel yang mendorong inovasi adalah keinginan berprestasi, adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, faktor pengalaman dan faktor pendidikan, sedangkan faktor environment yang mendorong inovasi adalah adanya peluang, pengalaman dan kreativitas. Proses Pemicu Beberapa faktor personel yang mendorong seseorang untuk terjun kedunia bisnis adalah Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. Adanya PHK, tidak ada pekerjaan lain. Dorongan karna faktor usia. Keberanian menanggung resiko Minat yang tinggi terhadap bisnis. Faktor2x environment yang mendorong menjadi pemicu bisnis adalah Adanya persaingan dalam dunia kehidupan. Adanya sumber sumber yang bisa dimanfaatkan. Mengikuti latihan latihan atau incubator bisnis. Kebijaksanaan pemerintah. Faktor2x sociological yang menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis adalah Adanya hubungan atau relasi dengan orang lain. Adanya tim yang dapat diajak kerjasama dalam berusaha. Adanya dorongan dari orang tua untuk membuka usaha. Adanya bantuan family dalam berbagai kemudahan Adanya pengalaman2x dalam dunia bisnis sebelumnya. Proses Pelaksanaan Beberapa faktor personel yang mendorong seseorang untuk terjun kedunia bisnis adalah Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang. Adanya PHK, tidak ada pekerjaan lain. Dorongan karna faktor usia. Keberanian menanggung resiko Minat yang tinggi terhadap bisnis. ArticlePDF AvailableFigures Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01, Januari – Aprill 2019 p-ISSN 2614-574X, e-ISSN 2615-4749 hal. 19-24 DOI 19 MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN PERANCANGAN MODEL BISNIS KANVAS Larisa Yohanna, Endang Sondari Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI larisayohanna endang_sondari Abstrak Keberadaan Pendidik sebuah bangsa merupakan faktor yang harus diperhatikan dengan serius oleh semua pihak yang berkepentingan, yang memiliki kepedulian bukan hanya terhadap bidang pendidikan, namun juga kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemberian keterampilan melalui program Life Skill kepada masyarakat belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan. Pengenalan model bisnis kanvas dapat bersinergi dengan Life Skill yang mereka dapatkan. Kegiatan pelatihan perancangan model bisnis kanvas bertujuan agar minat berwirausaha masyarakat tumbuh seiring dengan bertambahnya pemahaman mereka bahwa memulai usaha sangatlah mudah, dengan perancangan model bisnis yang simpel namun terarah. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sebagai berikut 1 Sebelum diadakan pelaksanaan kegiatan, minat berwirausaha peserta terindikasi rendah, hanya 8,3 % yang berminat untuk berwirausaha, dan 2 Adanya peningkatan minat peserta untuk berwirausaha setelah pemberian materi motivasi dan pengenalan perancangan model bisnis kanvas, dengan tingkat minat berwirausaha sebesar 64,2%. Kata Kunci Perancangan Model, Model Bisnis Kanvas, Minat Berwirausaha Abstract The existence of a nation's Educator is a factor that must be taken seriously by all interested parties, who have concern not only for the education sector, but also for the concern for the welfare of the community. Giving skills through the Life Skill program to the community cannot be used optimally to increase their independence and welfare. The introduction of the business model canvas can synergize with the Life Skills they have gotten. The canvas business model design training activities aim to make community entrepreneurship interest grow along with their increasing understanding that starting a business is very easy, with the simple and directed design of business model. The results obtained in the community service activities are as follows 1 Prior to the implementation of activities, interest in entrepreneurship was indicated as low, only were interested in entrepreneurship, and 2 There was an increase in participants' interest in entrepreneurship after giving motivation and introduction designing a business mode canvas, with a level of entrepreneurial interest of Keywords Model Design, Business Model Canvas, Entrepreneurial Interest PENDAHULUAN Kota Administarasi Jakarta Utara yang memiliki populasi penduduk sekitar orang dengan penduduk miskin berkisar pada angka orang Sumber BPS 2006. Hal ini memperlihatkan bagaimana kondisi faktual menyatakan jelas masih 20 Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01 Januari – Apri 2019 19-24 banyak penduduk miskin yang membutuhkan perhatian. Secara sosial masyarakat marjinal banyak yang tinggal di lingkungan sekitar rel kereta api, pasar, tanah garapan dan rumah tinggal sempit yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Begitu juga secara ekonomi umumnya masyarakat adalah masyarakat yang memiliki ekonomi lemah dengan tingkat penghasilan rendah yang aktivitas sehari-harinya sebagai buruh, pedagang kecil dan pengepul barang bekas. Berawal dari kepedulian terhadap rendahnya tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Pademangan, maka PKBM Negeri 04 Pademangan, mencoba membangun kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya pendidikan dengan membuka kesempatan untuk meraih pendidikan seluas-luasnya serta menumbuhkan jiwa berwirausaha dengan memberikan life skill, entrepreneur knowledge dan skill yang memadai. Kelak mereka diharapkan dapat memiliki masa depan yang lebih cerah dan sejahtera dengan pendidikan dan keterampilan yang mereka miliki. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan tahun depan diasumsikan 9,5 persen-10,5 persen. Di 2016, targetnya 10,5 persen tapi realisasinya 10,6 persen karena masalah pertumbuhan ekonomi tidak setinggi yang diharapkan. Daya serap tenaga kerja juga lebih rendah, pertumbuhan ekonomi tidak tinggi seperti yang diharapkan, investasi tidak besar dan yang masuk padat modal tidak lagi padat karya sehingga kemiskinan turunnya melambat 2017. Sehubungan dengan pernyataan tersebut, menjadi sebuah PR besar bagi PKBM Pademangan untuk dipecahkan agar specific life skills tata boga, komputer, menjahit dan lainnya yang telah diberikan dapat memberikan manfaat di masa depan bagi masyarakat yang sudah belajar. Mitra sadar bahwa kelulusan pendidikan dengan berbekal life skill dan entrepreneurship knowledge sangatlah penting bagi masa depan mereka agar dapat memperbaiki ekonomi keluarga dan mandiri. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk 1 Membuka pola pikir masyarakat untuk berwirausaha sehingga terciptanya kemandirian, 2 Memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa memulai usaha dengan perencanaan yang matang sangatlah simple, 3 Membekali peserta dalam memulai usaha dengan perancangan model bisnis kanvas, dan 4 Menumbuhkan kesadaran dan minat berwirausaha masyarakat agar mereka tidak terkurung dalam kemiskinan dan kelak dapat hidup sejahtera. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah tumbuhnya minat berwirausaha masyarakat, seiring dengan bertambahnya pemahaman mereka bahwa memulai usaha sangatlah mudah dengan perancangan suatu model bisnis yang simpel namun terarah. Dengan menggunakan angket dapat terlihat adanya minat mereka untuk berwirausaha. METODE PELAKSANAAN Dalam kegiatan ini, pelaksanaan dilakukan selama 2 dua hari pada tanggal 20-21 Januari 2017 dengan tahapan-tahapan yang dilaksanakan yaitu 1. Tahap awal. Setelah Sambutan oleh Kepala Sekolah, tim pelaksana memberikan motivasi kewirausahaan dengan diawali pemberian angket mengenai kondisi warga belajar apakah mereka sudah ada yang berwirausaha atau berdagang, apakah mereka berniat untuk berwirausaha bagi yang belum dan alasan mereka terhadap ketidak-minatan mereka untuk berwirausaha. Kemudian, pemberian motivasi yang bertujuan untuk Menumbuhkan Minat Berwirausaha 
Larisa Yohanna, Endang Sondari 21 menumbuhkan kesadaran dan minat peserta untuk berwirausaha. Materi pemberian motivasi, selain berdasarkan kepada materi yang telah disiapkan, materi juga disesuaikan dengan hasil angket yang telah dikumpulkan dengan melihat alasan yang menyebabkan mereka tidak berminat untuk berwirausaha. 2. Tahap Pengenalan Pengenalan perancangan model bisnis kanvas dilakukan secara mendalam. Selama ini masyarakat enggan untuk berwirausaha karena selain modal menjadi faktor utama bagi mereka untuk memulai usaha, mereka juga menghadapi suatu kebingungan bagaimana memulai suatu usaha dan apa yang harus mereka lakukan diawal. Hal ini yang menyebabkan mereka tidak berminat untuk berwirausaha dan beranggapan bahwa memulai usaha sangatlah kompleks dan beresiko tinggi untuk merugi. Oleh karena itu dengan pengenalan perancangan model bisnis kanvas sebagai salah satu langkah memulai suatu usaha yang diharapkan dapat menumbuhkan minat berwirausaha . 3. Tahap Pelatihan Membuka bisnis memerlukan keberanian namun bisnis juga memerlukan perhitungan yang matang, sehingga resiko apapun yang muncul dapat dikelola dengan baik. Salah satu cara termudah menyiapkan rencana bisnis adalah dengan membuat model bisnis. Dengan perancangan ini dapat memudahkan pemula usaha dalam memetakan arah usaha dan meminimalisir resiko kegagalan. Dalam buku “Business Model Generation” Osterwalder & Pigneur 2010 Model Bisnis Canvas adalah model bisnis yg terdiri dari 9 blok area aktivitas bisnis, yang memiliki tujuan memetakan strategi untuk membangun bisnis yang kuat, bisa memenangkan persaingan dan sukses dalam jangka panjang. Bisnis Model Canvas ini memiliki ciri khas dengan 9 blok model yang jika disatukan akan menjadi satu kesatuan bisnis a. Customers Segment b. Value Proposition c. Customer Relationship d. Channel e. Revenue Stream f. Key Resource g. Key Activities h. Key Partnership i. Cost Structure Gambar 1 Alur IPTEK Transfer ke Mitra Berwirausaha membuka mindset MenumbuhkanMinat Berwirausaha Peserta 22 Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01 Januari – Apri 2019 19-24 Keterampilan Masyarakat Menjahit, memasak dan lainnya akan menjadi aset masa depan jika dimanfaatkan dengan baik. Kontribusi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan motivasi membuka mindset pentingnya berwirausaha dan pengenalan model bisnis kanvas, diharapkan dapat menumbuhkan minat berwirausaha peserta. Selama ini peserta pastinya sangat awam dan menganggap bahwa memulai suatu bisnis sangat sulit dan tidak ada pengetahuan yang dapat menunjang. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh peserta wanita sebanyak 47% dan sisanya laki-laki, dengan usia dominan berkisar 17 tahun. Peserta yang hadir yang telah berwirusaha/berdagang hanyalah 29%. Dari 12 peserta yang belum memiliki usaha/berdagang hanya yang berminat untuk berwirausaha kelak. Hal ini dikarenakan berbagai alasan antara lain tidak memiliki modal, takut rugi, dan tidak memiliki bakat masing-masing alasan sebanyak 25%, tidak memiliki skill dan pengalaman masing-masing alasan sebesar 12,5%. Penyampaian materi disesuaikan dengan kondisi apa yang menjadi keyakinan peserta pada saat itu kenapa mereka tidak berminat untuk berwirausaha sehingga lebih cenderung menjadi karyawan/buruh kelak berdasarkan angket yang telah dibagikan sebelum pemaparan materi motivasi. Berdasarkan hasil analisis angket yang telah dibagikan kepada 17 peserta setelah pemaparan dan latihan perancangan model bisnis kanvas skor total adalah 2438, dikategorikan tingkat minat berwirausaha peserta adalah sedang atau sebesar 64,16%. Gambar 2 Pemaparan Motivasi Kewirausahaan Sumber Dokumentasi Pribadi Gambar 3 Pemaparan Model Bisnis Kanvas Sumber Dokumentasi Pribadi Menumbuhkan Minat Berwirausaha 
Larisa Yohanna, Endang Sondari 23 Gambar 4 Diskusi Kelompok Peserta Sumber Dokumentasi Pribadi SIMPULAN Secara umum kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dikatakan berhasil karena 1. Adanya peningkatan minat peserta untuk berwirausaha dengan nilai sebesar 64,2 % yang awalnya hanya 8,3%. 2. Pengenalan model bisnis kanvas berhasil tersampaikan walaupun dalam proses latihannya hanya 25% yang telah selesai menyelesaikan layoutnya. 3. Adanya persiapan yang lebih mendalam untuk penyampaian materi oleh tim pelaksana untuk model bisnis kanvas karena mayoritas background pendidikan peserta adalah usia terlambat sekolah 17 tahun 22 tahun. 4. Adanya tambahan waktu pertemuan dari mitra sehingga penditribusian ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam berwirausaha bisa lebih maksimal. 5. Mitra dapat menambahkan mata pelajaran kewirausahaan dalam kurikulum pembelajaran. UCAPAN TERIMA KASIH Untuk yang pertama, saya ucapkan terima kasih kepada LP2M Universitas Indraprasta PGRI yang telah mendukung kegiatan pengabdian masyarakat ini, dan Ibu Suratminah, Kepala Sekolah PKBM Negeri 04 Pademangan, Jakarta Utara beserta para staf yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan lancar. DAFTAR PUSTAKA Andi. 2015. 20 Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli Ekonomi. http// www. Diakses 15 Desember 2017. Anwar. 2004. Pendidikan Kecakapan Hidup Life Skill Education. Bandung Alfabeta. Brodjonegoro. 2017. Kemiskinan dan Pengangguran. http // . com/read/2590110/ini-target-angka-kemiskinan-dan-pengangguran-ri-di-2017. Diakses 9 Januari 2018. 24 Jurnal PKM Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 02 No. 01 Januari – Apri 2019 19-24 Depdiknas. 2002. Pengembangan Pelaksanaan Broad-Based Education, High-Based Education, dan Life Skills di SMU. Jakarta Depdiknas. IOWA State University. 2003. Incorporating Developmentally Appropriate Learning Opportunities to Assess Impact of Life Skill Development. Diakses 15 Desember 2017. Ostewalder, A. and Pigneur, Y. 2010. Business Model Generation. New Jersey John Wiley & Sons, Inc. Rr. Vemmi Kesuma DewiEndang SondariThe impact of the industrial revolution era is enormous on the behavior of the people, including children, who massively switch to technology; this is a product of change driven by developed countries as holders of the world constellation in the fields of science and technology and the economy. The success of developed countries cannot be separated from the role of educational institutions. The era of globalization is currently being experienced by all people in the world, including in Indonesia. Global challenges with advances in science and technology. The concept of entrepreneurial education for girls in open houses causes competition and faster and more competitive movements, which directly impact the world of education. Entrepreneurship is not only a world of adults, but it can also be a part of the world of children. The difference is, entrepreneurship in children cannot be carried out alone. However, it requires guidance and support from adults, parents, and teachers. Children who know the world of entrepreneurship from an early age will find it useful for future provisions. Education is an integral part of the life of society, nation, and state. One of the factors taken to improve the quality of life of the Indonesian nation is to increase the attitude of independence in the Kecakapan Hidup Life Skill EducationAnwarAnwar. 2004. Pendidikan Kecakapan Hidup Life Skill Education. Bandung dan PengangguranBrodjonegoroBrodjonegoro. 2017. Kemiskinan dan Pengangguran. http // com/read/2590110/ini-target-angka-kemiskinan-dan-pengangguran-ri-di-2017. Diakses 9 Januari Pelaksanaan Broad-Based Education, High-Based Education, dan Life Skills di SMUDepdiknasDepdiknas. 2002. Pengembangan Pelaksanaan Broad-Based Education, High-Based Education, dan Life Skills di SMU. Jakarta Model GenerationA OstewalderY PigneurOstewalder, A. and Pigneur, Y. 2010. Business Model Generation. New Jersey John Wiley & Sons, Inc. ï»ż34 Manfaat Motivasi dalam Berwirausaha Manfaat motivasi menurut Arep Tanjung 2003 16 adalah menciptakan gairah dalam melaksanakan aktifitas kerja atau usaha sehingga produktivitas kerja atau usaha menjadi meningkat. Sementara itu, manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang-orang yang termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat. Artinya pekerjaan diselesaikan sesuai standar yang benar dan dalam skala waktu yang sudah ditentukan, serta orang akan senang melakukan pekerjaannya. Jika seseorang melakukan suatu pekerjaan baik dalam bekerja atau berwirausaha karena adanya motivasi yang mendorongnya untuk melakukan pekerjaan tersebut, maka berakibat orang tersebut akan senang terhadap pekerjaan yang dilakukannya karena merasa dihargai atau diakui. Hal ini dapat dimaklumi karena dorongan yang tinggi untuk menghasilkan sesuatu sesuai target yang ditetapkan. Adapun ciri-ciri orang yang termotivasi dapat terlihat jelas dalam skema gambar sebagai berikut Gambar Ciri- ciri orang yang termotivasi Orang yang termotivasi Bekerja sesuai standar Senang Bekerja Merasa berharga Bekerja keras Sedikit pengawasan Semangat juang tinggi 35 Sumber Arep Tanjung 2003 17 Teori Motivasi dalam Berwirausaha Teori Motivasi Douglas McGregor 1993 21, salah satu aspek penting dalam perusahaan untuk meningkatkan atau menjaga etos kerja para karyawan agar tetap gigih dan giat dalam bekerja guna meningkatkan atau menjaga produktifitas kerja yaitu dengan memberikan motivasi daya perangsang bagi para karyawan supaya kegairahan bekerja para karyawan tidak menurun. Kegairahan para pekerja tersebut sangat dibutuhkan suatu perusahaan karena dengan semangat yang tinggi para karyawan dapat bekerja dengan segala daya dan upaya yang mereka miliki tidak setengah- setengah sehingga produktifitasnya maksimal dan memungkinkan terwujutnya tujuan yang ingin dicapai. Menurut George R. dan Leslie W. dalam Matutina 1993 21 mengatakan bahwa motivasi adalah ―

getting a person to exert a high degree of effort 
.‖ yang artinya motivasi membuat seseorang bekerja lebih berprestasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan action atau activities dan memberikan kekuatan yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan, memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidak 36 seimbangan. Ada definisi yang menyatakan bahwa motivasi berhubungan dengan 1. Pengaruh perilaku. 2. Kekuatan reaksi maksudnya upaya kerja, setelah seseorang karyawan telah memutuskan arah tindakan-tindakan. 3. Persistensi perilaku, atau berapa lama orang yang bersangkutan melanjutkan pelaksanaan perilaku dengan cara tertentu. Motivasi atau dorongan kepada karyawan untuk bersedia bekerja bersama demi tercapainya tujuan bersama ini terdapat dua macam, yaitu a Motivasi finansial, yaitu dorongan yang dilakukan dengan memberikan imbalan finansial kepada karyawan. Imbalan tersebut sering disebut insentif. b Motivasi nonfinansial, yaitu dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial uang, akan tetapi berupa hal-hal seperti pujian, penghargaan, pendekatan manusia dan lain sebagainya. Teori motivasi dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu teori kepuasan content theory dan teori proses process theory. Teori ini dikenal dengan nama konsep Higiene, yang mana cakupannya adalah 1. Isi Pekerjaan. Hal ini berkaitan langsung dengan sifat-sifat dari suatu pekerjaan yang dimiliki oleh tenaga kerja yang isinya meliputi Prestasi, upaya dari pekerjaan atau karyawan sebagai aset jangka panjang dalam 37 menghasilkan sesuatu yang positif di dalam pekerjaannya, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, pengembangan potensi individu. 2. Faktor Higienis. Suatu motivasi yang dapat diwujudkan seperti halnya gaji dan upah, kondisi kerja, kebijakan dan administrasi perusahaan, hubungan antara pribadi, kualitas supervisi. Pada teori tersebut bahwa perencanaan pekerjaan bagi karyawan haruslah menunjukkan keseimbangan antara dua faktor. Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan Maslow Abraham Maslow dalam Hamzah 2009 40 mengemukakan bahwa kebutuhan manusia tersebut secara hierarki semuanya laten dalam diri manusia, dalam teori ini Maslow membagi kebutuhan manusia menjadi lima tingkat seperti kebutuhan fisiologis physiological needs, kebutuhan akan rasa aman safety needs, kebutuhan akan cinta kasih atau kebutuhan sosial social needs, kebutuhan akan penghargaan dan penghormatan esteem needs, dan tingkat yang paling tinggi kebutuhan aktualisasi diri self actualization. Berikut adalah gambar dari tingkatan Teori motivasi hierarki kebutuhan Maslow. 38 Bagan Hierarki Kebutuhan Maslow Sumber Hamzah B. Uno Teori tersebut didasarkan pada dua asumsi; 1 kebutuhan seseorang tergantung dari apa yang telah dimilikinya dan; 2 kebutuhan merupakan hierarki dilihat dari tingkatan pentingnya. Jadi apabila setiap tingkatan sudah terpenuhi oleh seseorang maka akan naik ketingkatan selanjutnya dan begitu seterusnya. Terpenuhinya kebutuhan tersebut bukan berarti harus terpenuhi secara sempurna semuanya atau dengan sangat memuaskan, dapat saja terjadi jika kebutuhan ditingkat pertama belum memuaskan pemenuhannya akan tetapi telah muncul kebutuhan di tingkat selanjutnya maka hal itu adalah tidak menjadi sebuah masalah yang besar, karena pada dasarnya manusia ingin segera cepat memenuhi semua tingkatanya, hal tersebut dapat dilihat dinegara-negara berkembang masyarakatnya ingin cepat sekali memenuhi semua tingkat kebutuhannya ke tingkat yang lebih tinggi. Jadi dengan kata lain ada keterkaitan antara Aktualisasi Diri PenghormatanPenghargaan Rasa Memiliki dan Rasa CintaSayang Perasaan Aman dan Tenteram Kebutuhan Fisiologis 39 tingkatan yang satu dengan tingkatan lainnya sampai dengan semua tingkatan tersebut terpenuhi semuanya. Teori Motivasi Prestasi Achievement Theory Berdasarkan Jounal International of Businness and Economic in Indonesia 1976 oleh Indarti dan Rostiani yaitu Achievement needs to be interpreted as a single character that motivates a person to face the challenge of achieving success and excellence. Further, McClelland 1976 asserted that the need for achievement as ones personality traits that would encourage someone to have entrepreneurial intentions. According to him, there are three attributes that are attached to someone who has a high need for achievement, namely a personal responsibility in making decisions, b willing to take risks in accordance with its capabilities, and c have always been interested to learn of the decision that have been taken. Kebutuhan akan prestasi dapat diartikan sebagai suatu kesatuan watak yang memotivasi seseorang untuk menghadapi tantangan untuk mencapaikesuksesan dan keunggulan. Lebih lanjut, McClelland 1976 35 menegaskan bahwa kebutuhan akan prestasi sebagai salah satu karakteristik kepribadian seseorang yang akan mendorong seseorang untuk memiliki intensi kewirausahaan. Menurutnya, ada tiga atribut yang melekat pada seseorang yang mempunyai kebutuhan akan prestasi yang tinggi, yaitu a menyukai tanggung jawab pribadi dalam mengambil keputusan, b mau mengambil resiko sesuai dengan kemampuannya, dan c memiliki minat untuk selalu belajar dari keputusan yang telah diambil. Tak hanya itu Menurut McClelland dalam Alma 2009 96 mengemukakan bahwa pada dasarnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga kebutuhan 40 1. Need For Achievement n’Ach The drive to excel, to achieve in relation to a set of standard, to strive to succeed. 2. Need for Power n’Pow The Need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. 3. Need For Affiliation n’Aff the desire for friendly and close interpersonal relationships. Kebutuhan berprestasi wirausaha n’Ach terlihat dalam bentuk tindakanuntuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya. 1. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilandan kegagalan. 2. Memiliki tanggungjawab personal yang tinggi. 3. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungkan. 4. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang. Jika tugas yang diembannya sangat ringan maka wirausaha merasa kurang tantangan tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. Kebutuhan akan kekuasaan n’Pow yaitu hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan, dan menguasai orang lain. Ciri umumnya adalah senag bersaing, berorientasi pada status, dan cenderung berorientasi keinginan mempengaruhi orang lain. 41 Kebutuhan untuk berafiliaisi n’Aff yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang mempunyai motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan, bekerjasama daripada persaingan, dan saling pengertian. Teori Dua Faktor Frederick Herzberg Teori Dua Faktor Herzberg Frederick Herzberg dalam Hasibuan 1990 177 mengemukakan teori motivasi berdasar teori dua faktor yaitu faktor higiene dan motivator. Dia membagi kebutuhan Maslow menjadi dua bagian yaitu kebutuhan tingkat rendah fisik, rasa aman, dan sosial dan kebutuhan tingkat tinggi prestise dan aktualisasi diri serta mengemukakan bahwa cara terbaik untuk memotivasi individu adalah dengan memenuhi kebutuhan tingkat tingginya. Menurut Hezberg dalam Robbins 2001 170, faktor-faktor seperti kebijakan, administrasi perusahaan, dan gaji yang memadai dalam suatu pekerjaan akan menentramkan karyawan. Bila faktor-faktor ini tidak memadai maka orang-orang tidak akan terpuaskan. Menurut hasil penelitian Herzberg dalam Hasibuan 1990 176, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam memotivasi bawahan yaitu a Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan berprestasi, bertanggung jawab, kemajuan, dapat menikmati pekerjaan itu sendiri dan adanya pengakuan atas semua itu. 42 b Hal-hal yang mengecewakan karyawan adalah terutama pada faktor yang bersifat embel-embel saja dalam pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat dan lain-lain sejenisnya. c Karyawan akan kecewa bila peluang untuk berprestasi terbatas. Mereka akan menjadi sensitif pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan. Herzberg dalam Robbins 2001 172, menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan, yaitu a. Maintenance Factors Adalah faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Kebutuhan kesehatan ini merupakan kebutuhan yang berlangsung terus-menerus, karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi. b. Motivation Factors Adalah faktor motivator yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan. Factor motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang berkaitan langsung denagn pekerjaan. Penerapan Teori Dua Faktor Herzberg Dalam Organisasi Dalam kehidupan organisasi, pemahaman terhadap motivasi bagi setiap pemimpin sangat penting artinya, namun motivasi juga dirasakan 43 sebagai sesuatu yang sulit. Hal ini dikemukakan oleh Wahjosumidjo 1994 173 sebagai berikut a Motivasi sebagai suatu yang penting important subject karena peran pemimpin itu sendiri kaitannya dengan bawahan. Setiap pemimpin tidak boleh tidak harus bekerja bersama-sama dan melalui orang lain atau bawahan, untuk itu diperlukan kemampuan memberikan motivasi kepada bawahan. b Motivasi sebagai suatu yang sulit puzzling subject, karena motivasi sendiri tidak bisa diamati dan diukur secara pasti. Dan untuk mengamati dan mengukur motivasi berarti harus mengkaji lebih jauh perilaku bawahan. Disamping itu juga disebabkan adanya teori motivasi yang berbeda satu sama lain. Untuk memahami motivasi karyawan digunakan teori motivasi dua arah yang dikemukakan oleh Herzberg 1. Teori yang dikembangkan oleh Herzberg berlaku mikro yaitu untuk karyawan atau pegawai pemerintahan di tempat ia bekerja saja. Sementara teori motivasi Maslow misalnya berlaku makro yaitu untuk manusia pada umumnya. 2. Teori Herzberg lebih eksplisit dari teori hirarki kebutuhan Maslow, khususnya mengenai hubungan antara kebutuhan dengan performa pekerjaan. Teori ini dikemukakan oleh Frederick Herzberg yang merupakan pengembangan dari teori hirarki kebutuhan menurut Maslow. 44 3. Teori Herzberg memberikan dua kontribusi penting bagi pimpinan organisasi dalam memotivasi karyawan. Pertama, teori ini lebih eksplisit dari teori hirarki kebutuhan Maslow, khususnya mengenai hubungan antara kebutuhan dalam performa pekerjaan. Kedua, kerangka ini membangkitkan model aplikasi, pemerkayaan pekerjaan Leidecker and Hall dalam Timpe 199913. Berdasarkan hasil penelitian terhadap akuntan dan ahli teknik Amerika Serikat dari berbagai Industri, Herzberg dalam Cushway and Lodge 1995 138 mengembangkan teori motivasi dua faktor. Menurut teori ini ada dua faktor yang mempengaruhi kondisi pekerjaan seseorang, yaitu faktor pemuas motivation factor yang disebut juga dengan satisfier atau intrinsic motivation dan faktor kesehatan hygienes yang juga disebut disatisfier atau ekstrinsic motivation. Teori Herzberg ini melihat ada dua faktor yang mendorong karyawan termotivasi yaitu faktor intrinsik yaitu daya dorong yang timbul dari dalam diri masing-masing orang, dan faktor ekstrinsik yaitu daya dorong yang datang dari luar diri seseorang, terutama dari organisasi tempatnya bekerja. Jadi karyawan yang terdorong secara intrinsik akan menyenangi pekerjaan yang memungkinnya menggunakan kreaktivitas dan inovasinya, bekerja dengan tingkat otonomi yang tinggi dan tidak perlu diawasi dengan ketat. Kepuasan disini tidak terutama dikaitkan dengan perolehan hal-hal yang bersifat materi. Sebaliknya, mereka yang lebih terdorong oleh faktor-faktor ekstrinsik cenderung melihat kepada apa yang diberikan oleh 45 organisasi kepada mereka dan kinerjanya diarahkan kepada perolehan hal- hal yang diinginkannya dari organisasi dalam Sondang 2002 107. Adapun yang merupakan faktor motivasi menurut Herzberg adalah pekerjaan itu sendiri the work it self, prestasi yang diraih achievement, peluang untuk maju advancement, pengakuan orang lain ricognition, tanggung jawab responsible. Menurut Herzberg dalam Cushway and Lodge 1995 138, faktor hygienisextrinsic factor tidak akan mendorong minat para pegawai untuk berforma baik, akan tetapi jika faktor-faktor ini dianggap tidak dapat memuaskan dalam berbagai hal seperti gaji tidak memadai, kondisi kerja tidak menyenangkan, faktor-faktor itu dapat menjadi sumber ketidakpuasan potensial. Sedangkan faktor motivationintrinsic factor merupakan faktor yang mendorong semangat guna mencapai kinerja yang lebih tinggi. Jadi pemuasan terhadap kebutuhan tingkat tinggi faktor motivasi lebih memungkinkan seseorang untuk berforma tinggi daripada pemuasan kebutuhan lebih rendah hygienis Leidecker Hall dalam Timpe 1999 13. Dari teori Herzberg dalam Cushway Lodge 1995 139, tersebut uanggaji tidak dimasukkan sebagai faktor motivasi dan ini mendapat kritikan oleh para ahli. Pekerjaan kerah biru sering kali dilakukan oleh mereka bukan karena faktor intrinsik yang mereka peroleh dari pekerjaan itu, tetapi kerena pekerjaan itu dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka. 46 Teori E-R-G Clayton Alderfer Alderfer 1972 34, mengemukakan tiga kategori kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah ; a. Eksistence E atau Eksistensi Meliputi kebutuhan fisiologis seperti lapar, rasa haus, seks, kebutuhan materi, dan lingkungan kerja yang menyenangkan. b. Relatedness R atau keterkaitan Menyangkut hubungan dengan orang-orang yang penting bagi kita, seperti anggota keluarga, sahabat, dan penyelia di tempat kerja. c. Growth G atau pertumbuhan Meliputi kenginginan kita untuk produktif dan kreatif dengan mengerahkan segenap kesanggupan kita. Alderfer menyatakan bahwa 1. bila kebutuhan akan eksistensi tidak terpenuhi, pengaruhnya mungkin kuat, namun kategori-kategori kebutuhan lainnya mungkin masih penting dalam mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan. 2. meskipun suatu kebutuhan terpenenuhi, kebutuhan dapat berlangsung terus sebagai pengaruh kuat dalam keputusan. Jadi secara umum mekanisme kebutuhan dapat dikatakan sebagai berikut 1. Frustration – Regression 2. Satisfaction – Progression 47 Teori Motivasi Proses Process Theory Teori ini berusaha agar setiap pekerja giat sesuai dengan harapan organisasi perusahaan. Daya penggeraknya adalah harapan akan diperoleh si pekerja. Dalam hal ini teori motivasi proses yang dikenal seperti 1. Teori Harapan Expectancy Theory, komponennya adalah Harapan, Nilai Value, dan Pertautan Instrumentality. 2. Teori Keadilan Equity Theory, hal ini didasarkan tindakan keadilan diseluruh lapisan serta obyektif di dalam lingkungan perusahaannya. 3. Teori Pengukuhan Reinfocement Theory, hal ini didasarkan pada hubungan sebab-akibat dari pelaku dengan pemberian kompensasi. Beberapa tokoh yang mendukung teori ini adalah 1. Equity Theory S. Adams 2. Expectancy Theory Victor Vroom 3. Goal Setting Theory Edwin Locke 4. Reinforcement Theory Skinner 5. X Y Theory Mc Gregor 1. Teori Keadilan Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu 48 a. Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar b. Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam menumbuhkan suatu persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat macam hal sebagai pembanding, hal itu antara lain a Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya; b Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri; c Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis; d Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang pada nantinya akan menjadi hak dari para pegawai yang bersangkutan. 2. Teori Harapan Victor Vroom 1964 54, mengembangkan sebuah teori motivasi berdasarkan kebutuhan infernal, tiga asumsi pokok Vroom dari teorinya adalah sebagai berikut a Setiap individu percaya bahwa bila ia berprilaku dengan cara tertentu, ia akan memperoleh hal tertentu. Ini disebut sebuah 49 harapan hasil outcome expectancy sebagai penilaian subjektif seseorang atas kemungkinan bahwa suatu hasil tertentu akan muncul dari tindakan orang tersebut. b Setiap hasil mempunyai nilai, atau daya tarik bagi orang tertentu. Ini disebut valensi valence sebagai nilai yang orang berikan kepada suatu hasil yang diharapkan. c Setiap hasil berkaitan dengan suatu persepsi mengenai seberapa sulit mencapai hasil tersebut. Ini disebut harapan usaha effort expectancy sebagai kemungkinan bahwa usaha seseorang akan menghasilkan pencapaian suatu tujuan tertentu. Motivasi dijelaskan dengan mengkombinasikan ketiga prinsip ini. Orang akan termotivasi bila ia percaya bahwa a. Suatu perilaku tertentu akan menghasilkan hasil tertentu b. Hasil tersebut punya nilai positif baginya c. Hasil tersebut dapat dicapai dengan usaha yang dilakukan seseorang Dengan kata lain Motivasi, dalam teori harapan adalah keputusan untuk mencurahkan usaha. 3. Teori penetapan tujuan goal setting theory Memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni a tujuan-tujuan mengarahkan perhatian; b tujuan-tujuan mengatur upaya; c tujuan-tujuan meningkatkan persistensi; dan 50 d tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan. Teori ini juga mengungkapkan hal hal sebagai berikut a Kuat lemahnya tingkah laku manusia ditentukan oleh sifat tujuan yang hendak dicapai. b Kecenderungan manusia untuk berjuang lebih keras mencapai suatu tujuan, apabila tujuan itu jelas, dipahami dan bermanfaat. c Makin kabur atau makin sulit dipahami suatu tujuan, akan makin besar keengganan untuk bertingkah laku. a. Reinforcement Theory Skinner b. Teori ini didasarkan atas ―hukum pengaruh‖ c. Tingkah laku dengan konsekuensi positif cenderung untuk diulang, sementara tingkah laku dengan konsekuensi negatif cenderung untuk tidak diulang. Rangsangan yang didapat akan mengakibatkan atau memotivasi timbulnya respon dari seseorang yang selanjutnya akan menghasilkan suatu konsekuensi yang akan berpengaruh pada tindakan selanjutnya. Konsekuensi yang terjadi secara berkesinambungan akan menjadi suatu rangsangan yang perlu untuk direspon kembali dan mengasilkan konsekuensi lagi. Demikian seterusnya sehingga motifasi mereka akan tetap terjaga untuk menghasilkan hal-hal yang positif dalam Nurhalim 2009 9. 51 Douglas McGregor teori motivasi X dan Y. Menyatakan bahwa ada dua pandangan tentang manusia yang pertama pada dasarnya negatif teori-X dan kedua pada dasarnya positif teori-Y. Berkesimpulan bahwa pandangan seorang manajer tentang sifat manusia didasarkan atas pengelompokan asumsi tertentu dan manmusia cenderung menyesuaikan perilakunya terhadap bawahannya sesuai dengan asumsi-asumsi tersebut . Ada empat asumsi yang dianut oleh para manajer dalam teori-X, yaitu a Pada dasarnya pegawai tidak menyukai pekerjaan, jika mungkin berusaha menghindarinya. b Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, maka mereka harus dipaksa, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. c Para pegawai akan mengelakkan tanggung jawab dan mencari pengarahan yang formal sepanjang hal itu terjadi. d Kebanyakan pegawai menempatkan rasa aman diatas faktor lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan memperlihatkan sedikit ambisi. Sedangkan pandangan yang positif teori-Y adalah a Para pegawai dapat mnelihat pekerjaan sebagai sesuatu yang biasa seperti halnya istirahat dan bermain. 52 b Manusia akan menentukan arahnya sendiri dan mengendalikan diri, jika mereka merasa terikat kepada suatu tujuan. c Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima dan mencari tanggung jawab. d Kreativitas-kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang baik-tersebar luas pada seluruh populasi dan tidak selalu merupakan hak dari mereka yang menduduki fungsi manajerial. Implikasi dari teori-X dan teori-Y terhadap teori organisasi, berargumentasi bahwa asumsi teori-Y lebih disukai dan dapat membimbing para manajer dalam merancang organisasi mereka serta dapat memotivasi pegawai-pegawainya. Secara singkat teori ini menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negatif teori X yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan satu lagi positif teori Y bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu. Motivasi kewirausahaan Motivasi kewirausahaan adalah keinginan dan kemampuan seseorang dalam mengelola semua peluang menjadi suatu nilai yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Dengan adanya motivasi untuk berwirausaha masyarakat akan aktif dalam mengarahkan semua potensi diri, bekerja keras, dan mampu menjadikan peluang yang ada sebagai lahan untuk dijadikan suatu usaha dalam Lutfi 2008 8. 53 Kewirausahaan Pengertian Kewirausahaan Pengertian mengenai kewirausahaan sangat banyak dan para ahli mendefinisikan dengan bahasa yang berbeda akan tetapi mempunyai makna yang hampir sama. Menurut Swasono 1978 38, dalam konteks bisnis wirausaha adalah pengusaha akan tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis, inovator, penanggung risiko yang mempunyai visi ke depan, dan memiliki keunggulan dalam berprestasi bidang usaha. Wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola, dan berani menanggung risiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha Stenhoff dan Burgess dalam Suryana 2003 35. Sedangkan menurut Prawirokusumo 1997 5 wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumberdaya untuk menemukan peluang opportunity dan perbaikan preparation hidup. Menurut Alma 2009 220 menjelaskan istilah wirausaha, secara etimologi wirausaha berasal bahasa Perancis yaitu dari kata entrepreneur yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go between. Kemudian secara terminologi pengertian wirausaha entrepreneur menurut J. Schumpeter dalam Alma 200924 adalah ‗Entrepreneur as the 54 person who destroys the existing economic order by introducing new product and service, by creating new forms of organization or by exploiting new raw material’. Menurut J. Schumpeter tersebut wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang mendobrak sistem perekonomian yang telah ada dengan melakukan usaha baru dalam bidang barang dan jasa, dengan membuat bentuk baru dari organisasi atau mengolah bahan baku baru. Selain itu, Bygrave dan Zacharkis dalam Agus Gusnawan 2009 1 memberikan pengertian lain men genai wirausaha, yaitu ‗entrepreneur is someone who perceives an opportunity and creates an organization to pursue it yang artinya wirausaha adalah seseorang yang merasa memiliki peluang dan mampu menciptakan organisasi untuk mengejarnya. Sesuai dengan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa wirausaha yaitu seorang yang mampu melihat peluang pasar sekaligus menciptakan pekerjaan yang baru dalam bidang barang maupun jasa untuk keuntungan dirinya dan orang disekitarnya. Hendro 2011 165, berpendapat sikap yang harus dilimiki oleh seorang wirausaha adalah berfikir positif, berorientasi jauh kedepan, penuh semangat dan berjuang keras pantang menyerah, serta komitmen yang kuat. Berdasarkan pendapat diatas, dapat dismpulkan indikator untuk mengukur motivasi wirausaha seseorang adalah adanya semangat, tanggung jawab, pantang menyerah, dan komitmen yang tinggi. Penjelasan 55 mengenai indicator seseorang yang termotivasi menjadi wirausaha akan dibahas sebagai berikut a. Semangat yang tinggi diperlukan seseorang dalam menjalankan usahanya, karena sukses atau tidaknya usaha yang dilakukan tergantung pada semangat kerja dalam berwirausaha. Menurut Hendro 2011 174 Semangat merupakan energy untuk mengerjakan suatu pekerjaan karena ada keinginan dan hasrat untuk mencapainya, yaitu adanya unsur manfaat dan tujuan. Sunarto, dalam Ilham 2014 berpendapat Semangat kerja yang tinggi diungkapkan dalam bentuk antusiasme, minat, dan dedikasi yang tinggi terhadap tugas. Semangat untuk berwirausaha merupakan salah satu hal yang terpenting dan salah satu indicator untuk megukur minat seseorang yang ingin berwirausaha menurut Buchari Alma 2011 41. Hal senada juga diungkapkan Hendro, bahwa sumber energy yang dibutuhkan dalam kegiatan kewirausahaan atau kegiatan lainnya adalah mempunyai semangat dan gairah untuk mengerjakannya. b. Tanggung Jawab c. Pantang Menyerah Pantang menyerah merupakan salah satu kunci untuk sukses menjalani hidup. Pantang menyerah juga merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan baik dalam prestasi di bangku kuliah ataupun dalam berwirausaha Hendro 2011 184. Lebih lanjut 56 Hendro menjelaskan bahwa selain modal uang, modal lain yang bisa digunakan untuk menjadi wirausahawan adalah pantang menyerah. d. Komitmen Menurut Hendro 2011 184 Faktor utama untuk membangun sebuah komitmen diri dalam membangun kesuksesan adalah kompetensi. Kompetensi dapat dilihat dari pola kerja, semangat inovasi serta tingkah laku dalam melaksanakan suatu beberapa jenis komitmen yang dapat dibedakan dalam jeis-jenis komitmen tersebut adalah komitmen terhadap diri sendiri, keluarga, bisnis dan lingkungan. Jenis-Jenis Usaha Usaha Mikro Usaha Mikro sebagaimana dimaksud menurut Keputusan Menteri Keuangan tanggal 29 Januari 2003, yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga Negara Indonesia dan memiliki hasil penjualan paling banyak seratus juta rupiah per tahun. Jumlah tenaga kerja pada usaha mikro 4 orang. Adapun ciri-ciri usaha mikro adalah 1 Jenis barangkomoditi usahanya tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti; 2 Tempat usahanya tidak selalu menetap, sewaktu-waktu dapat pindah tempat; ï‚Ł 57 3 Belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana dan tidak memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha; 4 Sumber daya manusianya pengusahanya belum memiliki jiwa wirausaha yang memadai; 5 Tingkat pendidikan rata-rata relatif sangat rendah; 6 Umumnya belum akses kepada perbankan, namun sebagian dari mereka sudah akses ke lembaga keuangan non bank; 7 Umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP. Dilihat dari kepentingan perbankan, usaha mikro adalah suatu segmen pasar yang cukup potensial untuk dilayani dalam upaya meningkatkan fungsi intermediasi-nya karena usaha mikro mempunyai karakteristik positif dan unik yang tidak selalu dimiliki oleh usaha non mikro, antara lain 1 Perputaran usaha turn over cukup tinggi, kemampuannya menyerap dana yang mahal dan dalam situasi krisis ekonomi kegiatan usaha masih tetap berjalan bahkan terus berkembang; 2 Tidak sensitif terhadap suku bunga. 3 Tetap berkembang walau dalam situasi krisis ekonomi dan moneter. Pada umumnya berkarakter jujur, ulet, lugu dan dapat menerima bimbingan asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat. 58 Contoh usaha mikro 1 Usaha tani pemilik dan penggarap perorangan, peternak, nelayan dan pembudidaya. 2 Industri makanan dan minuman, industri mebeler pengolahan kayu dan rotan, industri pandai besi pembuat alat-alat 3 Usaha perdagangan seperti kaki lima serta pedagang di pasar 4 Peternakan ayam, itik dan perikanan 5 Usaha jasa-jasa seperti perbengkelan, salon kecantikan, rental komputer, laundry, warnet, ojek dan penjahit konveksi. Usaha Kecil Usaha Kecil sebagaimana dimaksud Undang-undang Tahun 1995 adalah usaha produktif yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih paling banyak dua ratus juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan paling banyak satu miliar rupiah per tahun serta dapat menerima kredit dari bank maksimal di atas lima puluh juta rupiah sampai dengan lima ratus juta rupiah. Jumlah tenaga kerja pada usaha kecil adalah 5-19 orang. Adapun ciri-ciri usaha kecil yaitu 1 Jenis barangkomoditi umumnya sudah tetap tidak gampang berubah; 2 Lokasitempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah; 59 3 Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha; 4 Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP; 5 Sumberdaya manusia pengusaha memiliki pengalaman dalam berwira usaha; 6 Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal; 7 Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning. Contoh usaha kecil 1 Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja 2 Pedagang dipasar grosir agen dan pedagang pengumpul lainnya 3 Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan; 4 Peternakan ayam, itik dan perikanan; 5 Koperasi berskala kecil. Usaha kecil sering gagal karena kesalahan dari beberapa pengelolaan yaitu 60 1 Pengelolaan uang 2 Pengelolaan usaha dan manajemen 3 Kompetensi 4 Kredit perbankan 5 Membidik pasar 6 Administrasi usaha dan hukum Usaha Menengah Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Inpres tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteria kekayaan usaha bersih lebih besar dari dua ratus juta rupiah sampai dengan paling banyak sebesar sepuluh miliar rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta dapat menerima kredit dari bank sebesar lima ratus juta rupiah sd lima miliar rupiah. Jumlah tenaga kerja pada usaha menengah adalah 20-99 orang. Adapun ciri-ciri usaha menengah yaitu 1 Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi; 2 Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan; 61 3 Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll; 4 Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll; 5 Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan; 6 Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik. Contoh usaha menengah Jenis atau macam usaha menengah hampir menggarap komoditi dari hampir seluruh sektor mungkin hampir secara merata, yaitu 1 Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah; 2 Usaha perdagangan grosir termasuk expor dan impor; 3 Usaha jasa EMKL Ekspedisi Muatan Kapal Laut, garment dan jasa transportasi taxi dan bus antar proponsi; 4 Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam; 5 Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan. Usaha Besar Usaha besar sebagaimana dimaksud Inpres tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteri a kekayaan usaha bersih lebih besar dari sepuluh miliar rupiah dengan tenaga kerja 100 orang. Adapun ciri-ciri usaha besar sama seperti usaha ï‚ł 62 menengah, perbedaannya hanya terletak di jumlah tenaga kerja dan jumlah kekayaan usaha. Menumbuhkan Minat Berwirausaha Menurut Alma 20101 Pembangunan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka peluang pekerjaan karena kemampuan pemerintah sangat terbatas. Oleh sebab itu, wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Manfaat adanya wirausaha yaitu sebagai berikut 1. Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran. 2. Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan. 3. Menjadi contoh bagi anggota masyarakat lain, sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh, diteladani, karena seorang wirausaha itu adalah orang terpuji, jujur, hidup tidak merugikan orang lain. 4. Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan. 5. Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial, sesuai dengan kemampuannya. 6. Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin,jujur,tekun dalam menghadapi pekerjaan. 7. Memeberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama, dekat kepada Allah Swt. 63 8. Hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros. 9. Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan. Keuntungan dan Kelemahan Menjadi Wirausaha

jelaskan dengan singkat bagaimana menumbuhkan minat berwirausaha